Rabu, 14 April 2010

Purnama Tak Bersinar

Wahai bidadari cantik…………,
Kau lipat aq dalam garis senyum dibibirmu
Mematahkan sebagian tulang-tulang rusukq
Diantara degupan jantungku yang berbahasa pilu

Ku lemparkan senyuman termanisku, untuk meyakinkan rembulan,
Kalaulah pungguk lagi merindu
Bersama asam pekat keringatku, aku manari diatas awan-awan hitam itu

Tak mampu............, mentari pun tak mampu bermain mata
Rindu hanya sebatas keluh bekicot diatas batu hitam nan memar
Sakti puisi hanya sebatas mantra tanpa bunga tujuh rupa,
nyemprat-nyemprit dikolong purnama tak bersinar.

Lupakan, ..... lupakan mimpi itu dan cucilah najisnya pertapaanmu
Karean telah jauh lembayung meninggalkanq
Untuk hanya menyanyikan sebuah lagu sahdu
Namun bermakna palsu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar