“Jangan berhenti membaca tajwid hatiq, seperti engkau mengukir indah
nada suaramu ketika membaca ayat-ayat indah-NYA. Jangan berubah
sedikitpun dan berusaha menghakimi pertemuan kita, anggaplah aq seperti
sebuah kurma manis yang akan kau nikmati tepat pada waktunya seperti
saat puasamu berakhir dipenghujung senja. Sungguh Allah tidak akan
terpejam sedikitpun, ia akan menyaksikan bagaimana kita menjalani cinta
tanpa harus saling menorehkan dosa, menjanjikan neraka, menghancurkan
keimanan, seperti layaknya pasangan kasih yang melupakan-NYA. Wahai
kasih yang terlewatkan….. , sungguh bodohnya insan ini, yang tak sempat
melihat tulusnya hatimu…., wahai cinta yang terbengkalai, malam ini dan
selanjutnya akan ada pada-NYA kutitipkan lantunan doa untukmu yang
sempat ku ukir di dalam sujudku. Semoga kebahagiaan selalu berpihak
kepada kita mas……“
Begitulah kabar angin yang q dapat sebagai jawaban darinya, dari sebuah
tulisan yang katanya indah baginya namun bagiq hanyalah sebuah luapan
rasa yang tak mungkin kupendam selamanya. Dari sebuah alunan nada cinta
yang terkirim dari getaran jiwanya. Seakan menjelaskan akan indahnya
kepakan sayap burung merpati di angkasa sana. Membuat hatiq terbang
bebas mengaluni seantero jagat raya ini, terbuai oleh semilir angin yang
kencang berhembus sehingga tanpa kusadari diriq telah berada diatas
sebuah samudra luas yang tak dapat memberikanq sebuah tempat untuk
berlabuh. Menjadikanku bermuara pada kebingunan, akankah ini jawaban
ataukah ujian dalam cintaq.....
Wahai cinta...... dirimu indah, seindah warna pelangi disaat hujan telah pergi.
Wahai cinta...... dirimu agung, seagung maha pencipta sebuah rasa yang abadi.
Wahai cinta...... dirimu anugrah disetiap makhluk ciptaannya yang bernyawa.
Mampukah diri ini menjaga perasaan yang tidak semestinya kurasakan, yang
tak seharusnya menjadi hiasan di dalam hatiq. Hiasan rasa rindu untuk
ingin selalu menatapmu, yang akan membuat nada irama jantungq semakin
berpacu.
Gadis ....... akan kujaga rasa ini, seperti diriq menjaga putih gelas kaca itu.
Gadis........ tak akan habis kata ini untuk selalu memujamu, menjadikanmu tersenyum manis seperti waktu pertama bertemu dulu.
Gadis...... ku berharap diriku akan selalu bersamamu walau hanya dalam angan dan mimpi itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar