Jumat, 24 Desember 2010

Ujian ataukah Jawaban

“Jangan berhenti membaca tajwid hatiq, seperti engkau mengukir indah nada suaramu ketika membaca ayat-ayat indah-NYA. Jangan berubah sedikitpun dan berusaha menghakimi pertemuan kita, anggaplah aq seperti sebuah kurma manis yang akan kau nikmati tepat pada waktunya seperti saat puasamu berakhir dipenghujung senja. Sungguh Allah tidak akan terpejam sedikitpun, ia akan menyaksikan bagaimana kita menjalani cinta tanpa harus saling menorehkan dosa, menjanjikan neraka, menghancurkan keimanan, seperti layaknya pasangan kasih yang melupakan-NYA. Wahai kasih yang terlewatkan….. , sungguh bodohnya insan ini, yang tak sempat melihat tulusnya hatimu…., wahai cinta yang terbengkalai, malam ini dan selanjutnya akan ada pada-NYA kutitipkan lantunan doa untukmu yang sempat ku ukir di dalam sujudku. Semoga kebahagiaan selalu berpihak kepada kita mas……“

Begitulah kabar angin yang q dapat sebagai jawaban darinya, dari sebuah tulisan yang katanya indah baginya namun bagiq hanyalah sebuah luapan rasa yang tak mungkin kupendam selamanya. Dari sebuah alunan nada cinta yang terkirim dari getaran jiwanya. Seakan menjelaskan akan indahnya kepakan sayap burung merpati di angkasa sana. Membuat hatiq terbang bebas mengaluni seantero jagat raya ini, terbuai oleh semilir angin yang kencang berhembus sehingga tanpa kusadari diriq telah berada diatas sebuah samudra luas yang tak dapat memberikanq sebuah tempat untuk berlabuh. Menjadikanku bermuara pada kebingunan, akankah ini jawaban ataukah ujian dalam cintaq.....
Wahai cinta...... dirimu indah, seindah warna pelangi disaat hujan telah pergi.
Wahai cinta...... dirimu agung, seagung maha pencipta sebuah rasa yang abadi.
Wahai cinta...... dirimu anugrah disetiap makhluk ciptaannya yang bernyawa.
Mampukah diri ini menjaga perasaan yang tidak semestinya kurasakan, yang tak seharusnya menjadi hiasan di dalam hatiq. Hiasan rasa rindu untuk ingin selalu menatapmu, yang akan membuat nada irama jantungq semakin berpacu.
Gadis ....... akan kujaga rasa ini, seperti diriq menjaga putih gelas kaca itu.
Gadis........ tak akan habis kata ini untuk selalu memujamu, menjadikanmu tersenyum manis seperti waktu pertama bertemu dulu.
Gadis...... ku berharap diriku akan selalu bersamamu walau hanya dalam angan dan mimpi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar