Hai nyamuk cantik kenapa kamu ganggu istirahat malamku
Tidakkah kau pahami kalaulah diri ini ingin sekali membangun mimpi
Ditengah lelap tidurku kau suntik aku dengan jarummu
Sehingga terbangunlah aku, dan kubunuh kau…..
eits….tapi aku tak sampai hati memukulmu
lalu kuurungkan niatku
tapi kenapa kau malah hisap darahku?
Bukankah itu hasil jerih payahku
Yang kuasup untuk kesehatan tubuhku?
Kau tak adil…….
Aku tak suka itu……..
Hai nyamuk cantik, kenapa kau terbang kesana kemari
Kepakan sayapmu bermelodi ibarat petikan nada piano
Dengingan corongmu ibarat siulan seruling bambu
Kau menari, bernyanyi merayu disekitar telingaku
Tapi sayang itu tak merdu, aku tak suka itu…….
Hai nyamuk cantik, kenapa kau masuk ke kamarku
Bukankah ini privasiku, dan kau juga bukan istriku
Mana sopan-santunmu, aku tak suka itu…..
Hai nyamuk cantik, aku tau kau butuh bantuanku
Karena kalau kau tak hisap darahku, kau akan mati
Entah kelaparan ataukah kehausan, aku tak tahu istilahmu
Yang jelas kau menggangguku
Hai nyamuk cantik, bukankah kau juga makhluk tuhanku?
Tentu bukan tak beralasan tuhanku menciptakanmu
Lalu apa maksudmu mengganguku?
(akhirnya nyamuk cantikpun menjawab)
maafkan aku……
Terpaksa ku suntik kau dengan jarumku untuk menghisap darahmu
Agar kau belajar berbagi (sodaqoh)dalam hidup didunia ini
Terutama untuk kehidupan bersama
Maafkan aku…..
Terpaksa juga ku bangunkan kau dari lelap tidurmu
Agar kau bermunajat kepada tuhanmu
Karena beribu malaikat sudah menunggu
untuk menyampaikan doamu kepada tuhanmu
disaat semua pada tidur terlelap dalam istana mimpi yang keindahnya adalah semu
kulakukan ini karena aku sayang padamu
maafkan aku….
Terpaksa ku masuk ke kamarmu, walau itu tempat privasimu
Karena kutahu kau sedang sepi sendiri, tanpa ditemani bidadari
Dan dengingan itu adalah lantunan tasbih pujian kepada ilahi rabbi
Namun kau tak mengerti, terhalangi oleh dosamu yang tak bertepi
Sehingga kau anggap itu nyanyian yang tak berarti
Wahai manusia yang berhati……….
tidak hanya mata bening dan lesung pipi yang harus kau puja dalam mimpi
tidak hanya cantik bidadari dan indah aroma surga yang harus kau nanti
namun niat baik yang tulus serta ikhlas dengan ridho ilahilah yang harus kau beli
agar matimu merupakan kehidupan yang kekal dan abadi
bersama mereka yang telah mendahului
dengan batu nisan dan tanah uruk menjadi saksi
bahwa kita semua pasti kembali menjemput mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar