Pagi ini aq akan melukis tentang wajahmu dengan kabut senja itu, mencoba
untuk kembali meraba kecantikan dibalik remang-remang lewat jendela
kamarq. Diantara basah rumput oleh tetesan embun pagi. Bersama dengan
merdunya kicau burung yang sedang bernyanyi. Sahdu.......... itulah
hasil dari lukisan wajahmu untuk kali ini, yang sering membuatq rindu
untuk selalu melihat senyuman manismu, yang juga sering membuatq pilu
karena dirimu sulit untuk bisa mengerti aq.
Suatu anugrah terindah di pagi yang mendung ini, langit memang masih
tertutup awan hitam, mentari memang masih enggan bersinar, namun cerita
akan kita dapat merubah suasana. Bayangmu yang selalu hadir disetiap
pagiq membuatq tak lagi kesepian walau dalam kesendirian.
Gadis......., betatapun aq menjadi pengagummu namun aq tak ingin rasa
ini ternodai oleh perasaan hati yang tak seharusnya. Sengaja kuberpaling
dan jauh pergi dari tatapanmu karena aq juga tak ingin menodai kesucian
hatimu, diriku juga tak ingin menjadikan putih jilbabmu menjadi tak
bermakna karena rasa ini, rasa yang sebenarnya datang dengan sendirinya.
biarlah kujaga perasan ini, biarlah kupendam cinta ini, biarlah diriq
puas dengan hanya menjadi pemuja rahasiamu, bukan karena aq tak mampu
untuk memilikimu, namun karena diriku masih belum mampu untuk
menjadikanmu halal bagiq. Ibarat melati yang dapat kucium semerbak
aromanya, ibarat mawar yang dapat ku sunting kelopak indahnya, ibarat
anggrek yang dapat kupetik dan qbawa pulang bunganya.
Gadis......., biarlah kutitipkan rasa ini kepada-NYA, kepada dzat yang
menciptakan kita semua, yang menciptakan kita dengan berpasang-pasangan,
yang maha tau akan rasa dan perasaan setiap manusia. Yang maha kasih,
maha sayang, juga maha adil terhadap hambanya. Diriq percaya
kecantikanmu yang selama ini kukagumi adalah milik-NYA, sopan serta
santun sikapmu adalah karunia terindah-NYA, lembut hatimu adalah
semata-mata atas izin dan kuasa-NYA. Juga hadirmu di dunia ini adalah
kehendak-NYA. Jadi tak pantas kiranya jika ku mengagumi serta memujamu
dengan harus melupakan maha penciptamu.
Gadis......., biarlah kubersimpuh memuja kecantikanmu pada-NYA, biarlah
kubersujud kepada-NYA atas pengharapan yang terbaik dan dapat bahagia
hidup berdampingan denganmu sampai disurga. Biarlah kuserahkan semua
rasa ini pada-NYA. Semoga rasa ini selalu mendapat ridho-NYA. Ada
kalanya kita akan bersama di sebuah istana cinta nan megah dengan
dihiasi sejuta kenangan dan impian akan kebahagiaan atas izin dari-NYA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar