Minggu, 23 Januari 2011

Apa kabar bungaku...?


Apa kabar bungaku..?
Masihkah kau mekar indah seperti dulu
Seperti saat ku temukan kau diperaduanmu
Membuatku mengadu tentang keindahanmu
Untuk kupersembahkan kepadanya yang kurindu
Di puncak gunung itu, ku berlari mengejar rintik hujan yang sedang menari
Disaat gerimis sedang menebar madu, di sudut sisi hatiku

Apa kabar bungaku..?
Masihkah aroma sahdu itu bersamamu
Mengundang rasa ini untuk selalu memilikimu

Apa kabar bungaku..?
Maafkan aku jika kutakbisa menjagamu
Karena memang aku belum mampu
Untuk menyuntingmu
Untuk selalu bersanding dipelukku
Menemani malamku, kesendirianku
Membelai lembut rambutmu

Maafkan aku wahai bungaku
Jika dulu ku jemput kau dari peraduanmu
Membawamu dalam kisah hatiku
Karena jujur itulah diriku
Yang selalu mengagumimu
Dalam ragam keindahanmu

Oh bungaku.....
Ku berharap kau baik saja disana
Bersamanya.....
Bersama gadis yang selalu ku puja penciptaannya
Berikan aroma indah surga dalam hidupnya
Temani sepi kesendiriannya, karena kutak mungkin memeluknya...

Oh bungaku...
Kucoba mencium aromamu setiap waktu
Dengan perasaan dan batinku
Agar hatiku tak pernah beku
Untuk selalu menyayangimu

Oh bungaku...
Sampaikan salam rinduku
Katakan.....
Sampai kapan ku harus menunggu
Untuk mengikrarkan janjiku
Bahwa hatiku akan selalu menjagamu
Agar aku bisa menghiasmu
Disebuah bilik disudut kamarku
Menjadikanmu ratu dalam hatiku.

Rabu, 19 Januari 2011

Kemana kau sembunyikan wajahmu cantik....?

Jika cinta selalu dipuja
Kenapa hati tak boleh dimanja
Untuk selalu menyimpan rasa kepadanya yang maha esa
Oh dinda…..
Jika malam kian merangkak pergi
Izinkan hatiku untuk menari
Bersamamu wahai peri
Untuk menyulam mimpi
Agar kau tak kembali pergi
Meninggallkanku sendiri
Disini, disudut kebimbangan hati
Oh dinda……
Kemana kau sembunyikan wajahmu  cantik
Disini aku merindu
Mengharap bayang kelam akan menjadi madu
Agar kujadikan tempat untuk mengadu
Bersemayam di dalam pelukan hatimu
Oh dinda……
Kularungkan doa-doa
Bersama cakrawala senja
Atas segala tahta
Bahwa aq pasti bisa
Menjemput senyummu dengan bahtera jingga
Agar kau tak lagi berkata-kata
Bahwa aku tak kan setia
Menemanimu sampai akhir hayatku tiba

Jumat, 14 Januari 2011

SELAMAT ULANG TAHUN

Genap sudah umurmu
Bertambah pula usiamu
Seiring waktu yang terus berlalu
Entah berapa lama ku telah mengagumimu
Hanya Allahlah yang tahu
Bersama ini
Kuingin merayakannya
Kilas waktu bahwa kau telah terlahir kedunia
Dengan nama ayu yang penuh makna
Membawa kisah atas harapanku kepada-NYA
Namun aku tak punya apa-apa
Sebagai  bingkisan untuk ku menyapa
Yang kupunya hanyalah lukisan kata-kata
Yang ku ukir dengan lembut hati nan manja
Yang mungkin tak bermakna indah bagi dinda
Dari seorang yang hanya sebagai pemuja rasa
Namun atasmu ku kirimkan doa
Semoga dirimu senantiasa bahagia

Bersama hari ulang tahunmu ini
 tak mungkin kunyalakan lilin berbentuk angka
Jika akhirnya harus ku tiup dan kunyanyikan lagu bahagia
Karena ku tahu ajalmu akan semakin tiba
Bersama hari ulang tahunmu juga
Tak mungkin ku kecup kening mu dengan mesra
Seraya berkata selamat  ulang tahun sayang…
Karena itu hanya boleh untuk mereka yang tak berdosa
Bersama hari ulang tahunmu pula
tak mungkin ku bingkiskan awan
karena ku takut panas menjadikannya hujan
yang akhirnya kitapun basah kedinginan
karena cincin belum dijari tangan
tak mungkin ku bingkiskan rembulan
karena ku takut malam juga tak berbintang
sehingga aku harus sendirian
dengan cahaya redup seperti kolam ikan yang ditinggal majikan
tak mungkin juga ku bingkiskan angin
karena ku takut puting beliung yang datang
sehingga tak seperti yang aku harapkan
harus meraung tangis karena kesakitan
akibat tertimpa pohon yang tumbang
namun ku layangkan bahtera doa
dengan samudra di jiwa
kepada-NYA yang maha cinta
karena aku tak hawatir akan sia-sia
seperti janjinya  dalam kitab suci yang mulia
“mintalah kepadaku, niscaya akan aku kabulkan”
Oh tuhan sekalian alam,
Jadikan setiap kesendiriannya adalah baris doa bersama-MU
Jadikan setiap hela napasnya adalah ridho-MU
Jadikan setiap perkataannya adalah titah-MU
Jadikan setiap langkahnya adalah tujuan-MU
Jadikan setiap tangisnya adalah ampunan-MU
Wahai tuhanku………….
terderai air mata ini jika harus ku menangis pilu
Tak kuasa menahan rindu namun kutak punya penghulu
Untuk terus memimpikannya  dalam setiap langkah hidupku
Hanya kepadamu kutitipkan rasa untuk mengadu
Sebagai tanda kalaulah ini bukan cinta palsu
Tapi rasa yang kuaduk dengan madu
Untuk-MU, ridho-MU, serta rahman dan rohim-MU
Ku bersujud selalu
Oh tuhan……..
Rintik hujan kembali bertalu
Menyusun irama layaknya syair merdu
Bersama daun pisang dibelakang rumah itu
Yang masih setia menemani sepi
Menari, melambai, memanggilku untuk menghampiri

Namun aku pergi  mencari rembulan
yang sedang bersembunyi dibalik awan
Dimanakah kau tertawan awan
Sehingga cahanya redup tak menerangi malam
Untuk bisa kuhadiahkan kepadamu wahai perawan
Dihari ulang tahunmu yang sangat membahagiakan
Akhirnya aku pulang kepelukan malam
Mengumpulakn pecahan bintang yang berserakan
Untuk ku bawa pulang
Agar engkau bisa tersenyum riang
Menyambutku dengan ucapan salam
Pulanglah sayang
Tinggalkan aku sendirian
Berselimut ombak dilautan
Agar aku kembali tenang
untuk terus mengarang puisi indah
yang kupersembahkan untukmu sayang
selamat ulang tahun........

Senin, 10 Januari 2011

Nyamuk Cantik........

Hai nyamuk cantik kenapa kamu ganggu istirahat malamku
Tidakkah kau pahami kalaulah diri ini ingin sekali membangun mimpi
Ditengah lelap tidurku kau suntik aku dengan jarummu
Sehingga terbangunlah aku, dan kubunuh kau…..
eits….tapi aku tak sampai hati memukulmu
lalu kuurungkan niatku
tapi kenapa kau malah hisap darahku?
Bukankah itu hasil jerih payahku
Yang kuasup untuk kesehatan tubuhku?
Kau tak adil…….
Aku tak suka itu……..
Hai nyamuk cantik, kenapa kau terbang kesana kemari
Kepakan sayapmu bermelodi ibarat petikan nada piano
Dengingan corongmu ibarat siulan seruling bambu
Kau menari, bernyanyi merayu disekitar telingaku
Tapi sayang itu tak merdu, aku tak suka itu…….
Hai nyamuk cantik, kenapa kau masuk ke kamarku
Bukankah ini privasiku, dan kau juga bukan istriku
Mana sopan-santunmu, aku tak suka itu…..
Hai nyamuk cantik, aku tau kau butuh bantuanku
Karena kalau kau tak hisap darahku, kau akan mati
Entah kelaparan ataukah kehausan, aku tak tahu istilahmu
Yang jelas kau menggangguku
Hai nyamuk cantik, bukankah kau juga makhluk tuhanku?
Tentu bukan tak beralasan tuhanku menciptakanmu
Lalu apa maksudmu mengganguku?
(akhirnya nyamuk cantikpun menjawab)
 maafkan aku……
Terpaksa ku suntik kau dengan jarumku untuk menghisap darahmu
Agar kau belajar berbagi (sodaqoh)dalam hidup didunia ini
Terutama untuk kehidupan bersama
Maafkan aku…..
Terpaksa juga ku bangunkan kau dari lelap tidurmu
Agar kau bermunajat kepada tuhanmu
Karena beribu malaikat sudah menunggu
 untuk menyampaikan doamu kepada tuhanmu
disaat semua pada tidur terlelap dalam istana mimpi yang  keindahnya adalah semu
kulakukan ini karena aku sayang padamu
maafkan aku….
Terpaksa ku masuk ke kamarmu, walau itu tempat privasimu
Karena kutahu kau sedang sepi sendiri, tanpa ditemani bidadari
Dan dengingan itu adalah lantunan tasbih pujian kepada ilahi rabbi
Namun kau tak mengerti, terhalangi oleh dosamu yang tak bertepi
Sehingga kau anggap itu nyanyian yang tak  berarti
Wahai manusia yang berhati……….
tidak hanya mata bening dan lesung pipi yang harus kau puja dalam mimpi
tidak hanya cantik bidadari dan indah aroma surga yang harus kau nanti
namun niat baik yang tulus serta ikhlas dengan ridho ilahilah yang harus kau beli
agar matimu merupakan kehidupan yang kekal dan abadi
bersama mereka yang telah mendahului
dengan batu nisan dan tanah uruk menjadi saksi
bahwa kita semua pasti kembali menjemput mati

Minggu, 09 Januari 2011

Sucikan Tubuhku Dengan Doamu

Malam ini kusendiri, kembali pada titah sang gusti
Untuk mewarnai gelap dengan seribu kisah indah dalam hidupku
Ku kumpulkan cahaya redup bulan dengan kepingan sayap bintang
Untuk melukis elok senyum di wajahmu
Dengan tetes air mata rindu
bersama polesan  desahan nafas kalbu
Diatas hamparan selimut mimpi 
Dirimu berlari, mencuri hati
Bunda........
Aku kan mengadu padamu
Tentang hati yang kian pilu
Tentang  hati yang sudah kian tak menentu
Jikalau anak perantauanmu telah membangun mimpi
Diatas bahtera malam yang tak bertepi
Bunda........
Aku ingin berkisah tentang rindu akan dirinya
Akan hati yang selalu memuja dengan syair puisi tak berirama
Namun bunda..........
Aku bukanlah arjuna yang punya seribu tahta
Agar dia percaya kalaulah rasa ini memang ada
Bersemayam bersama waktu yang selalu kujalani
Dengan doamu bunda, saat kau panjatkan bersama datangnya senja
Bunda.......
Kembalilah peluk diriku
Dengan hangat cinta dan kasihmu agar aku tak lagi merasa sepi
Bunda ......
Kidungkanlah lagu nina bobo’ itu
Seperti saat aku masih diayunan dulu
Agar aku terlelap dalam sucinya dekapan surgamu
Bunda......
Kembali ajari aku untuk melupakannya
Seperti bunda mengajariku tersenyum saat aku mungil duli
Bunda .......
Sucikan tubuhku dengan doamu
Seperti dulu waktu bunda memandikanku di kali itu
Hanyutkan segala angkuh dan dosaku bersama deras aliran air itu
Yakinkan diriku kalaulah ini yang terbaik untukku

Rabu, 05 Januari 2011

Kembali Ke Surga

Jika mungkin terselip dihati ini sedikit rasa cinta
Mungkin aku akan memujamu atas pencipta surga
Namun mentari kian terbit
Kehangatan terlanjur kurasakan
Padamu cahaya aku abadikan
Cinta yang terpendam hanya karena sebuah kesetiaan

Diammu meniti hatiku
Sehingga sampai pada relung yang tak seorangpun tahu
Kau bersemayam disana
Diatas singgasana mulia
Menggerakkan setiap alunan jiwa
Yang kuhembuskan dengan nafas cinta

Bidadariku......
Tunggu aku disana
Dipertapaanmu dalam berkelana
Kan ku jemput dengan dua kalimat cinta
Penyaksian atas tuhan yang maha esa
Dan muhammad adalah rasul kita
Sehingga kita halal bercumbu manja
Diatas sajadah doa yang diikrarkan adam dan hawa
Untuk melanjutkan titah
Bahwa kita adalah manusia
Yang tumbuh untuk manusia
Bersinar untuk manusia
Bersemayam menjadi cahaya menyinari jagad raya
Untuk akhirnya kembali kesurga.

Jumat, 24 Desember 2010

Pemuja Rahasiamu

Pagi ini aq akan melukis tentang wajahmu dengan kabut senja itu, mencoba untuk kembali meraba kecantikan dibalik remang-remang lewat jendela kamarq. Diantara basah rumput oleh tetesan embun pagi. Bersama dengan merdunya kicau burung yang sedang bernyanyi. Sahdu.......... itulah hasil dari lukisan wajahmu untuk kali ini, yang sering membuatq rindu untuk selalu melihat senyuman manismu, yang juga sering membuatq pilu karena dirimu sulit untuk bisa mengerti aq.
Suatu anugrah terindah di pagi yang mendung ini, langit memang masih tertutup awan hitam, mentari memang masih enggan bersinar, namun cerita akan kita dapat merubah suasana. Bayangmu yang selalu hadir disetiap pagiq membuatq tak lagi kesepian walau dalam kesendirian.
Gadis......., betatapun aq menjadi pengagummu namun aq tak ingin rasa ini ternodai oleh perasaan hati yang tak seharusnya. Sengaja kuberpaling dan jauh pergi dari tatapanmu karena aq juga tak ingin menodai kesucian hatimu, diriku juga tak ingin menjadikan putih jilbabmu menjadi tak bermakna karena rasa ini, rasa yang sebenarnya datang dengan sendirinya. biarlah kujaga perasan ini, biarlah kupendam cinta ini, biarlah diriq puas dengan hanya menjadi pemuja rahasiamu, bukan karena aq tak mampu untuk memilikimu, namun karena diriku masih belum mampu untuk menjadikanmu halal bagiq. Ibarat melati yang dapat kucium semerbak aromanya, ibarat mawar yang dapat ku sunting kelopak indahnya, ibarat anggrek yang dapat kupetik dan qbawa pulang bunganya.
Gadis......., biarlah kutitipkan rasa ini kepada-NYA, kepada dzat yang menciptakan kita semua, yang menciptakan kita dengan berpasang-pasangan, yang maha tau akan rasa dan perasaan setiap manusia. Yang maha kasih, maha sayang, juga maha adil terhadap hambanya. Diriq percaya kecantikanmu yang selama ini kukagumi adalah milik-NYA, sopan serta santun sikapmu adalah karunia terindah-NYA, lembut hatimu adalah semata-mata atas izin dan kuasa-NYA. Juga hadirmu di dunia ini adalah kehendak-NYA. Jadi tak pantas kiranya jika ku mengagumi serta memujamu dengan harus melupakan maha penciptamu.
Gadis......., biarlah kubersimpuh memuja kecantikanmu pada-NYA, biarlah kubersujud kepada-NYA atas pengharapan yang terbaik dan dapat bahagia hidup berdampingan denganmu sampai disurga. Biarlah kuserahkan semua rasa ini pada-NYA. Semoga rasa ini selalu mendapat ridho-NYA. Ada kalanya kita akan bersama di sebuah istana cinta nan megah dengan dihiasi sejuta kenangan dan impian akan kebahagiaan atas izin dari-NYA.