Jumat, 14 Januari 2011

SELAMAT ULANG TAHUN

Genap sudah umurmu
Bertambah pula usiamu
Seiring waktu yang terus berlalu
Entah berapa lama ku telah mengagumimu
Hanya Allahlah yang tahu
Bersama ini
Kuingin merayakannya
Kilas waktu bahwa kau telah terlahir kedunia
Dengan nama ayu yang penuh makna
Membawa kisah atas harapanku kepada-NYA
Namun aku tak punya apa-apa
Sebagai  bingkisan untuk ku menyapa
Yang kupunya hanyalah lukisan kata-kata
Yang ku ukir dengan lembut hati nan manja
Yang mungkin tak bermakna indah bagi dinda
Dari seorang yang hanya sebagai pemuja rasa
Namun atasmu ku kirimkan doa
Semoga dirimu senantiasa bahagia

Bersama hari ulang tahunmu ini
 tak mungkin kunyalakan lilin berbentuk angka
Jika akhirnya harus ku tiup dan kunyanyikan lagu bahagia
Karena ku tahu ajalmu akan semakin tiba
Bersama hari ulang tahunmu juga
Tak mungkin ku kecup kening mu dengan mesra
Seraya berkata selamat  ulang tahun sayang…
Karena itu hanya boleh untuk mereka yang tak berdosa
Bersama hari ulang tahunmu pula
tak mungkin ku bingkiskan awan
karena ku takut panas menjadikannya hujan
yang akhirnya kitapun basah kedinginan
karena cincin belum dijari tangan
tak mungkin ku bingkiskan rembulan
karena ku takut malam juga tak berbintang
sehingga aku harus sendirian
dengan cahaya redup seperti kolam ikan yang ditinggal majikan
tak mungkin juga ku bingkiskan angin
karena ku takut puting beliung yang datang
sehingga tak seperti yang aku harapkan
harus meraung tangis karena kesakitan
akibat tertimpa pohon yang tumbang
namun ku layangkan bahtera doa
dengan samudra di jiwa
kepada-NYA yang maha cinta
karena aku tak hawatir akan sia-sia
seperti janjinya  dalam kitab suci yang mulia
“mintalah kepadaku, niscaya akan aku kabulkan”
Oh tuhan sekalian alam,
Jadikan setiap kesendiriannya adalah baris doa bersama-MU
Jadikan setiap hela napasnya adalah ridho-MU
Jadikan setiap perkataannya adalah titah-MU
Jadikan setiap langkahnya adalah tujuan-MU
Jadikan setiap tangisnya adalah ampunan-MU
Wahai tuhanku………….
terderai air mata ini jika harus ku menangis pilu
Tak kuasa menahan rindu namun kutak punya penghulu
Untuk terus memimpikannya  dalam setiap langkah hidupku
Hanya kepadamu kutitipkan rasa untuk mengadu
Sebagai tanda kalaulah ini bukan cinta palsu
Tapi rasa yang kuaduk dengan madu
Untuk-MU, ridho-MU, serta rahman dan rohim-MU
Ku bersujud selalu
Oh tuhan……..
Rintik hujan kembali bertalu
Menyusun irama layaknya syair merdu
Bersama daun pisang dibelakang rumah itu
Yang masih setia menemani sepi
Menari, melambai, memanggilku untuk menghampiri

Namun aku pergi  mencari rembulan
yang sedang bersembunyi dibalik awan
Dimanakah kau tertawan awan
Sehingga cahanya redup tak menerangi malam
Untuk bisa kuhadiahkan kepadamu wahai perawan
Dihari ulang tahunmu yang sangat membahagiakan
Akhirnya aku pulang kepelukan malam
Mengumpulakn pecahan bintang yang berserakan
Untuk ku bawa pulang
Agar engkau bisa tersenyum riang
Menyambutku dengan ucapan salam
Pulanglah sayang
Tinggalkan aku sendirian
Berselimut ombak dilautan
Agar aku kembali tenang
untuk terus mengarang puisi indah
yang kupersembahkan untukmu sayang
selamat ulang tahun........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar