Mengembalikan lagi wajahmu dengan gelas kaca itu
Yang dulu kulukis dengan darah kentalq
Diantara suing-suing mata panah membakar jiwaq
Meronta , meleleh ibarat muaian rel kereta tua tak bertalu
Kau dihadirkan dengan titik panas didahiq
Mengalir bak sungai deras tak berderu
Karena hati tercoreng kotoran nafsu
Ku bertandu pada alam, yang berhenti bertasbih karena debu
Ku ber manja pada angin yang mengelus sampai akhir q lelap di atas cerukan lesung pipimu,
Tersentak dan jatuh, kau tak berbaju....
Membuatq malu tuk terus menyapamu........
Hanya karena sebuah rindu....
Terus kau beri aq madu
Padahal tumpukan jamur putih itu tak ubahnya empedu
Yang tumbuh, bertahta, bernyawa, dan kau bawa ke bulan madumu,
Lepaskan aq, alirkan sungaiq, tutupi mata bening itu........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar